Memasuki Masa Remaja Dengan Mawas Diri

Memasuki-Masa-Remaja

Masa remaja kata orang, merupakan masa rentan bagi seorang anak mematangkan dirinya melalui proses pembelajaran menuju kedewasaan diri, baik secara fisik maupun mental. Proses pematangan diri ini sering dinamakan sebagai “masa puber”. Apa itu “masa puber”? Masa puber adalah masa seorang anak mencari jati dirinya, yaitu mengenai mengapa ia terlahir, apa tujuan ia hidup, dan aneka macam pertanyaan tentang kehidupan. Proses pencarian jati diri bila tidak melalui jalan yang tepat dan diarahkan dengan tepat, akan menyebabkan ia terjebak/ terjerumus ke dalam aneka pikiran negatif tentang dirinya maupun lingkungannya.

Mengapa kita harus meningkatkan kehati-hatian kita di masa puber ini ? Proses masa puber ini memang tidak dapat dipungkiri pasti akan melibatkan yang namanya pergaulan dengan orang-orang yang telah dewasa, dimana kita pasti akan merasa bahwa dari orang-orang dewasalah kita akan cepat mencontoh apa yang mereka lakukan. Terkadang kita mendapatkan pengaruh positif, namun banyak pula teman-teman seusia kita yang telah terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Seperti yang banyak kita baca di berbagai media informasi bahwa saat ini banyak hal-hal yang mengejutkan yang buruk sifatnya yang dilakukan oleh para remaja, yang dahulu hanya dilakukan oleh orang dewasa, seperti merokok, berjudi, mabuk-mabukan, menjadi preman, kebut-kebutan, dan lain-lain. Hal ini semua menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran terhadap apa yang terjadi di masa puber antara generasi dulu dengan generasi sekarang.

Untuk mengatasi aneka masalah remaja yang timbul di masa puber ini, alangkah baiknya kita perlu lebih bersikap hati-hati dalam memilih teman bergaul, baik dengan orang yang sudah dewasa maupun dengan yang sebaya dengan kita. Sadarilah betapa pentingnya peran orang tua bagi kita sebagai sarana berdiskusi, sehingga kita tidak dengan mudah terjerumus ke dalam hal-hal negatif, seperti yang dipaparkan di atas. Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan sikap hati-hati dalam pergaulan dan senantiasa berdiskusi dengan orang tua, jika ada informasi baru yang kita tidak tahu, sehingga bersama-sama dengan orang tua kita, kita mampu mengatasi masa puber yang pada sebagian anak telah menjadi masalah bagi dirinya dan orang tuanya.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Powered by sekeluarga.com
Share