Efek positif dan negatif Khitanan (Circumcision) terhadap seksualitas

Khitanan adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh seseorang yang sudah beranjak dewasa, atau memasuki masa aqil baligh. Khitanan tak hanya dilakukan oleh kaum laki-laki, tetapi ternyata kaum perempuan juga harus dikhitan, tentu dengan cara yang berbeda. Pertanyaan yang sering timbul adalah, apa sebenarnya efek sunat terhadap orang tersebut? Pertanyaan yang lebih spesifik adalah, apa efek sunat terhadap seksualitas? Secara ilmiah, beberapa penelitian menyebutkan bahwa dibaliknya kulit kepala penis akan membuat penis memiliki sensitifitas yang jauh lebih tinggi dibanding jika penis tidak disunat. Artinya, efek sunat terhadap seksualitas terbukti positif. Berdasarkan penelitian, syaraf-syaraf banyak terdapat di balik kulit tersebut hingga pembalikan akan meningkatkan sensitifitasnya secara signifikan.

Menurut para ahli, seks dan sunat berkorelasi positif. Secara signifikan, sunat membuat penis lebih sensitif terhadap rangsangan dibanding ketika penis tidak disunat. Korelasi positif antara seks dan sunat juga dapat dikaji dari sisi kebersihan. Jika penis belum disunat, maka secara otomatis, mani yang terejakulasi tidak akan sepenuhnya keluar. Ada yang tersisa dan akan tetap ada didalam kulit kepala penis, terlebih setelah penis dalam posisi tidak sepenuhnya tegang. Penumpukan ini bisa mengakibatkan infeksi pada organ intim wanita yang berhubungan dengan penis ini. Bagi pria sendiri, sunat membuat proses ejakulasi akan lebih lancar. Tentu saja, secara logika, kepala penis tidak akan terhalang apapun lagi hingga pancaran sperma saat ejakulasi bisa lebih jauh dan ini akan membawa efek positif pada pembuahan.

Lantas, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah ada efek negatif khitanan? Selain rasa sakit saat disunat, yang mungkin bisa menjadi trauma bagi anak yang disunat, selebihnya nyaris tidak ada efek negatif dari disunat. Kasus trauma karena khitanan hanya ditemukan pada sebagian kecil anak laki-laki. Efek negatif khitanan secara medis sejauh ini belum ditemukan, selain lebih ke efek psikologis. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ada beberapa orang yang mengalami kondisi psikologis cukup buruk setelah disunat. Umumnya, mereka merasakan rasa sakit yang cukup membekas di benak mereka hingga menjadi trauma yang berkepanjangan. Sayangnya, tidak ada data yang valid yang menunjukkan apakah orang-orang tersebut sudah melalui prosedur sunat yang benar. Menurut ahli, efek negative khitanan bisa terjadi jika ada beberapa factor yang mempengaruhi seperti usia orang tersebut. Semakin tua dia disunat, semakin besar kemungkinan rasa sakit mendera. Faktor keahlian juru sunat juga berpengaruh.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One Response to “Efek positif dan negatif Khitanan (Circumcision) terhadap seksualitas”

  1. jul says:

    usia berapa khitanan sebaiknya dilakukan ??

Leave a Reply

Powered by sekeluarga.com
Share