Setiap orang tua selalu ingin memiliki anak yang cerdas dan pintar. Sehingga tidak mengejutkan bila banyak orang tua mengupayakan segala cara, bahkan rela mengeluarkan banyak biaya demi mewujudkan keinginan agar anaknya pintar atau menjadi juara kelas. Misalnya dengan mengikutkan anak dalam suatu bimbingan belajar yang berkualitas, les private, hingga memberi motivasi dengan hadiah untuk anak bila mereka menjadi juara kelas. Demikian pula juga orang tua yang memiliki anak SD, pada umumnya mereka memberi hadiah untuk anak bila menjadi juara kelas. Tetapi tidak semua benda dapat menjadi hadiah yang tepat bagi anak SD yang memiliki prestasi akademis. Berikut merupakan beberapa pertimbangan saat memilih hadiah yang tepat untuk anak SD jika juara kelas.
Menyesuaikan hadiah dengan anggaran yang dapat anda sediakan untuk membeli hadiah. Tetapi perlu diingat bahwa hadiah yang diberikan merupakan simbol dari kebanggaan, pujian serta motivasi positif orang tua terhadap anak, bukan hanya pemberian hadiah yang bersifat berlebihan. Sebab banyak orang tua yang menyediakan anggaran yang cukup besar bagi anak tanpa mempertimbangkan manfaat serta kegunaan hadiah tersebut bagi anak.
Selanjutnya orang tua anak dapat memilih hadiah dengan dua cara yakni memutuskan sendiri hadiah yang akan dibeli atau memberi penawaran hadiah sehingga anak bebas memilih hadiah yang tepat untuk dirinya.
• Orang tua memiliki wewenang dalam membuat keputusan dalam memilih hadiah yang tepat bagi anak mereka dengan beberapa pertimbangan. Memberikan hadiah sesuai dengan hobi atau kegemaran positif anak SD pada umumnya, contohnya bila anak senang menggambar, maka dapat membelikan anak seperangkat alat menggambar seperti pensil warna, cat air beserta kuas, atau buku gambar. Orang tua juga dapat membelikan permainan pendidikan terutama bagi anak SD yang berusia 5-6 tahun atau yang lebih dikenal “educative toys”, sebab mainan pendidikan dapat merangsang kemampuan afektif, psikomotorik, dan kognitif anak, oleh sebab itu permainan ini bersifat bongkar pasang, memadukan, mengelompokkan, merangkai, membentuk atau menyempurnakan suatu bentuk dan lain sebagainya.
• Anak juga dapat diberi wewenang hadiah apa yang mereka inginkan, tetapi tetap dalam pertimbangan orang tua. Misalnya anak senang dengan kegiatan olahraga bela diri, kemudian meminta hadiah peralatan beladiri yang membahayakan, sebaiknya tidak mengabulkan, mengingat segi tingkat kematangan mereka yang kurang memadai serta tingkat bahaya alat. Tetapi jika anak menginginkan perangkat elektronik seperti komputer dengan alasan dapat meningkatkan kemampuan akademis dan sesuai dengan anggaran yang Anda berikan. Maka ada baiknya jika Anda memberi hadiah untuk anak berupa komputer yang telah diberi keamanan, sehingga anak-anak tetap dalam pengawasan orang tua. Sehingga dengan melakukan pertimbangan-pertimbangan tersebut hadiah yang diperuntukkan bagi anak SD akan tepat sasaran dengan membawa manfaat dan kegunaan positif.



August 22nd, 2011
Nurita Hardini Meita Sari
Posted in
Tags: 


